Jumat, 30 Januari 2026

ALKITAB

 ALKITAB

1. KEASLIAN NASKAH ALKITAB

https://www.facebook.com/share/v/1JsjNPH6YG/

Akun FB: Yohanes Bambang Mulyano  (Pendeta GKI ?) 

 

Keaslian Alkitab didukung oleh bukti manuskrip yang sangat kuat. Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus dari abad ke-4 merupakan saksi awal Perjanjian Baru yang menunjukkan teks yang konsisten.

Ada 5 tema yang dibahas dalam manuskrip-mauskrip itu, yakni

  1. Keilahian Yesus
  2. Trinitas
  3. Inaransi (Kelahiran Yesus)
  4. Kematian dan kebangkitan Yesus
  5. Keselamatan

Selain itu, terdapat lebih dari 5.800 manuskrip Yunani, sekitar 10.000 manuskrip Latin, dan ribuan manuskrip dalam bahasa kuno seperti Siria dan Koptik, sehingga teks Alkitab dapat diuji secara silang. Penemuan naskah-naskah Laut Mati di Qumran juga membuktikan bahwa teks Perjanjian Lama yang kita miliki sekarang selaras dengan naskah Ibrani yang jauh lebih tua.

Jika dibandingkan dengan karya-karya filsuf Yunani seperti Plato, Aristoteles, atau Homer, yang umumnya hanya didukung oleh puluhan manuskrip dengan jarak ratusan hingga lebih dari seribu tahun dari naskah aslinya, tradisi manuskrip Alkitab jauh lebih melimpah dan lebih dekat secara kronologis.

Karena itu, secara historis dan akademik, teks Alkitab justru termasuk yang paling terjaga di antara karya-karya kuno, sehingga tuduhan pemalsuan tidak memiliki dasar yang kuat.


JPS, 30 Jan. 2026. 

***********

2. SEPTUAGINTA dan TUDUHAN "TAHRIB"

https://www.facebook.com/share/v/17YrY58MVW/

Akun FB: Yohanes Bambang Mulyano ( (Pendeta GKI ?) 

SEPTUAGINTA dan TUDUHAN "TAHRIB"

Septuaginta (LXX = 70) adalah terjemahan teks Ibrani pra-Masoretik ke dalam Yunani Koine (abad ke-3 s.M.) oleh 70 sarjana Yahudi, dan memuat Deuterokanonika. Ini membuktikan bahwa kanon PL pada masa pra-Kristen belum tertutup dan bentuk teksnya majemuk, bukan satu versi tunggal. Bahasa sehari-hari dunia Yahudi diaspora waktu itu adalah Yunani, bukan Ibrani. Ibrani berfungsi liturgis, sementara Yunani adalah bahasa publik. Demikian pula Alkitab yang dibaca di sinagoge diaspora adalah Septuaginta, bukan teks Ibrani.  Data menunjukkan sekitar 70% kutipan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru mengikuti Septuaginta.

Karena LXX telah tersebar luas lintas dunia Yahudi dan Helenistik, dikutip langsung oleh penulis Perjanjian Baru, dan dikonfirmasi oleh Gulungan Laut Mati, maka klaim pemalsuan Alkitab runtuh secara historis. Tidak ada otoritas tunggal, waktu, atau mekanisme yang memungkinkan pengubahan serentak terhadap teks yang sudah publik, terdistribusi, dan saling mengoreksi. Jadi jelas teks Alkitab terbukti otentik dan menjelaskan dengan valid mengapa kelak Perjanjian Baru menggunakan bahasa Yunani.

#dialog

#gereja

#iman

#katolik

#renunganhariankristen Lihat Lebih Sedikit

JPS, 4 Feb. 2026. 


*******

3. AJARAN KRISTEN


1, DOSA AGNOSIA (2)

Akun FB: Yohanes Bambang Mulyano  ( (Pendeta GKI ?) 

https://www.facebook.com/share/v/1HgFDdTDpd/

Dosa agnosia adalah dosa yang menolak pengenalan akan Allah yang hidup dan benar. Penolakan ini bukan terjadi karena ketiadaan pengetahuan agama atau minimnya keterlibatan keagamaan. Justru sebaliknya, mereka yang terjerat agnosia sering kali gemar mempelajari agama, fasih berbicara tentang Tuhan, dan aktif dalam berbagai ritual serta aktivitas religius. Sehari-hari mereka akrab dengan keagamaan dengan membaca Alkitab, berpuasa, dan berdoa tapi hatinya tetap sempit dan dangkal.

Masalahnya terletak pada jenis “pengetahuan” yang dimiliki. Pengetahuan tentang Allah tidak berhenti pada informasi, konsep, atau penguasaan doktrin. Tanpa karya Roh Kudus, pengetahuan itu tetap berada pada tingkat gnōsis, yaitu pengetahuan intelektual yang tidak mengubah orientasi hidup. Akibatnya, Allah dikenal sebagai objek kajian, bukan sebagai Pribadi yang diimani dan ditaati.

Pengenalan sejati akan Allah menuntut karunia Roh Kudus yang membawa manusia melampaui gnōsis menuju epignōsis, yaitu pengenalan yang personal, relasional, dan transformatif. Di dalam epignōsis, iman kepada Kristus tidak lagi menjadi wacana atau aktivitas religius. Iman sejati seharusnya merupakan perjumpaan yang membentuk ketaatan, kerendahan hati, dan kehidupan yang berpusat pada Kristus.

 

JPS, 30 Jan. 2026. 

******
4. INJIL BARNABAS

https://www.facebook.com/share/v/1HB6gD4bcW/
Akun FB: Yohanes Bambang Mulyano  ( (Pendeta GKI ?) 

INJIL BARNABAS

Injil Barnabas bukanlah Injil Kanonik. Tulisan dengan nama “Injil Barnabas” adalah teks "pseudoepigraf" (tulisan palsu) yang muncul dalam manuskrip Italia dan Spanyol abad ke-16. Jadi bukan tulisan yang berasal dari zaman para rasul. Tidak ada bukti keberadaannya dalam gereja abad pertama–ketiga, dan tidak pernah dikutip oleh para Bapa Gereja awal.

Isinya bertentangan langsung dengan Injil kanonik, yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes. Inti isi kitab “Injil Barnabas” menyesatkan sebab misalnya: menolak keilahian Yesus, menyangkal penyaliban (mengganti dengan Yudas), mengklaim Yesus menubuatkan Muhammad secara eksplisit.

Dalam tradisi Perjanjian Baru, Barnabas dikenal sebagai rekan dekat Paulus (Kis 9–15). Karena otoritas Barnabas dihormati dalam gereja awal, maka penggunaan namanya memberi kesan apostolik dan wibawa. Jadi Secara historis-kritis, teks ini mencerminkan konteks polemik abad pertengahan, bukan tradisi apostolik. Jadi, tulisan dengan nama “Injil Barnabas” bukanlah sumber Kristen awal dan bertentangan secara substansial dengan Injil ..

JPS, 20 Feb. . 2026. 

5.  PARAKLETOS, Bukan “Periklutos”

https://www.facebook.com/share/v/1DTmvxNT5f/

Akun FB: Yohanes Bambang Mulyano  ( (Pendeta GKI ?) 

Klaim bahwa kata PARAKLETOS (παράκλητος) dalam Injil Yohanes seharusnya tertulis “Periklutos” (περικλυτος) tidak memiliki dasar sejarah dan tektual sama sekali. Seluruh manuskrip Yunani apakah dari papirus tertua abad ke-2 (P66, P75) hingga Codex Vaticanus dan Sinaiticus abad ke-4, tanpa satu pun pengecualian menulis PARAKLETOS. Tidak ada varian teks, tidak ada koreksi, tidak ada saksi alternatif. Semuanya tegas dan konsisten menyatakan “Parakletos.”

Secara filologis, kedua kata itu berbeda bentuk dan makna sehingga mustahil tertukar. Secara teologis, konteks Yohanes pasal 14–16 jelas menunjuk pada sosok Roh Kudus, bukan manusia atau nabi. Karena itu, tuduhan seharusnya menggunakan kata “Periklutos” bukan kritik teks, melainkan rekayasa apologetik di abad modern. Apologetik  Muslim ini bertentangan dengan manuskrip, sejarah, dan makna teks Injil. Kesimpulannya jelas adalah teks asli Injil konsisten menggunakan kata PARAKLETOS. Jadi kata “Periklutos” 

JPS, 21 Feb. . 2026. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar