GEREJA ORTODOKS
PERJALANAN DARI ISLAM SAMPAI JADI PENDIRI GEREJA ORTODOKS INDONESIA EPISKOP DANIEL DARI NIKOPOLIS
Romo Episkop Daniel Biantoro merupakan pendiri Gereja Ortodoks Indonesia. Ia terlahir sebagai seorang muslim. Dia menjadi muslim hingga SMA. Lalu, suatu waktu , setelah sholat dan membaca Alquran, dia mendapat penglihatan , ada cahaya, ruangan yang temaran menjadi teerang benderang . Tampak sesosok terang tapi dalam siluet (bayangan) manusia. RambutNya panjang, wajahnya bersinar. "Saya jadi lemas. badan saya tidak bisa bergerak. tidak bisa berbicara. saya merasa orang itu berbicara. Apa yang dibicarakannya seperti ada di hati saya. " kata Romo Daniel. "Kalau kamu mau diselamatkan, ikut aku," ajak sosok itu. "Anda siapa? kata Daniel. "Akulah yang selama ini kau cari," jawab sosok itu. " Saya cari siapa? Oh, saya mencari Allah," : kata Daniel. Itu pengalamannya pada hari pertama. Hari kedua, hal yang sama terjadi lagi. Sosok cahaya itu muncul lagi dan Dia berbicara kedalam hati saya lagi. "Kalau kamu mau diselamatkan, ikut aku," ajak sosok itu. "Anda siapa? kata Daniel. . Saya kaget. Dia menyebut, akulah Yesus Kristus.
Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang Kristen . Saya terlahir sebagai orang Muslim. saya menjadi muslim sejak lahir hingga SMA. Saya hidup dengan kakek saya. saya ditinggalkan ayah sejak kecil. Ibu menitipkan saya kepada ibu. Saya diasuk oleh Ibu dan kakek saya," kara Rm. Daniel. Saja diajak untuk mengaji sejak berumur lima tahun. Ibu saya seorang guru ngaji. Saya tumbuh dalam Lingkungan Islam. "Saya bertanya tentang ayah saya, mengapa Allah mengizinkan Allah meninggalkan saya. Situasi ditinggalkan ayah ini membuat saya bertanya, Tuhan itu siapa? Saya tanya kepada kakek saya, Than itu siapa? . Tetapi kakek menjawab, sulit aku menjelaskannya, nanti kalau kamu sudah besar kamu akan mengerti sendiri. Tetapi ketika masih kecil, saya berpikir bahwa Tuha itu seperti angin, dirasa tetapi tidak bisa dilihat. Itu pikiran saya waktu kecil.
Saat SMA, saya bertemu suasmi manatan guru saya saat saya SD. Saat itu dia sudah menjadi Kritsen. Ketika bertemu dengan saya, keluarga ini sudah mualaf. (? - murtadin )sic). Waktu itu saya belum tahun kalau dia sidah menjadi Kristen. Kakek saya mengajarkan saya untuk tidak menerima makanan dari orang Kristen, karena menurut akakek saya orang Kristen kalau ke Gereja akan diberian air , semacam air sihir dan ir itu akan dipercikan kepada sesatu termasuk makanan dengan tujuan agar kalau orang non Kristen yang mengonsumsi makanan itu akan terpengaruhi oleh mantra yang ada pada makanan itu. Itu yang diajarkan kakek saya dulu. Itu bukan ajaranIslam tetapi itu cara kakek saya agar saya tidak terpengaruhi dengan ajaran Kristen. Saat saya diundang ke rumah Guru saya ini , terjadilah dialog. dia menceriterakan tentang Kristus. tentang Isa Almasih.
..........
Isa Rohullah. Saoa Isa Rohullah. . Roh dalam dirinya adalah Roh allah sendiri.
Daniel sholat Tahajud.
Daniel menuju Manado. Lalu Gubernur SULUT saat itu megutus saya ke Korea. Di sana ia menemukan Gereja Ortodoks. Lalu dia ke Yunani, emperlajari Bahasa Yunani , lalu ke amreika, belajar di sana, hingga mendaat gelar doktorat.
yang memperkenalkan diriNya sebagai Yesus Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar