Kamis, 01 Desember 2016

Purwakarta Paling Toleran di Jawa Barat

Purwakarta Paling Toleran di Jawa Barat


http://regional.kompas.com/read/2016/12/02/13361221/purwakarta.paling.toleran.di.jawa.barat


Jumat, 2 Desember 2016 | 13:36 WIB

Dok Humas Pemkab Purwakarta Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membangun toleransi. Di antaranya Satgas Toleransi Agama/Keyakinan, surat edaran Jaminan Beribadah dan Berkeyakinan, serta menambah fasilitas ruang ibadah sesuai keyakinan/kepercayaan masing-masing.
BOJONEGORO, KOMPAS.com – Peneliti sosial Kebebasan Berkeyakinan dan Beragama (KBB) Setara Institute, Halili Hasan, memperlihatkan paparan slidenya di depan peserta Festival HAM 2016. Seusai membacakan paparannya, dia melihat Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.
"Ini di Jawa Barat lho, tempatnya Pak Dedi," ujar Halili pada Festival HAM 2016 di Bojonegoro, Kamis (1/12/2016).
Sambil tersenyum Dedi pun menjawab, "Di Purwakarta tidak begitu," tuturnya.
Slide tersebut menggambarkan penelitian yang dilakukan Setara Institute selama 2007-2015. Hasilnya menunjukkan Jawa Barat selalu menjadi juara umum dalam intoleransi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.
Data Setara Institut, tujuh daerah di Jabar masuk dalam 10 besar kota toleran terbawah di Indonesia. Yaitu Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, Sukabumi, Banjar, dan Tasikmalaya. Mulai dari rumah ibadah, beasiswa dengan syarat diskriminatif, hingga layanan pendidikan keagamaan.
Namun, persoalan tersebut tidak terlihat di Purwakarta. Halili mengatakan, Dedi memiliki keberanian dalam membangun toleransi di daerahnya, meskipun tingkat intoleransi di provinsinya tinggi.

"Saya salut keberanian Bupati Dedi, yang berani menegakkan toleransi di tengah juaranya Jawa Barat dalam intoleransi," terangnya seusai seminar.

Salah satu bentuk keberanian Dedi adalah memberikan layanan pendidikan beragama bagi seluruh siswa muslim dan nonmuslim.
"Ini bentuk layanan pendidikan yang seharusnya dilakukan negara," terangnya.
Pemkab Purwakarta Cinta NKRI
Halili menilai, sikap intoletan bisa terbentuk dari tiga lingkungan, keluarga, masyarakat, dan pendidikan. Dua lingkungan itu adalah lingkungan dan masyarakat lebih sulit meminimalisir sikap intoleran. Karena itu, langkah Dedi sangat tepat dengan masuk ke lingkungan pendidikan. "Langkah yang tepat sehingga sejak dini ditumbuhkan rasa toleransinya sehingga bisa meminimalisir sikap-sikap intoleran," tuturnya.
Sebab, lanjut dia, hasil penelitiannya menyebutkan bahwa aktor tertinggi pelaku pelanggaran adalah pemda. Karena itu, untuk melawan intoleransi dibutuhkan kekuatan sipil yang tidak bersikap toleran pada kelompok-kelompok intoleran.
Apalagi, sambung Halili, kelompok intoleran biasanya berasal dari luar daerah tersebut. Dari beberapa kasus intoleran, pelakunya merupakan orang yang sama meskipun berbeda daerah. Namun, warga yang mengetahui hanya diam.
"Inilah yang harus didorong agar masyarakat membangun civilitas," ujarnya.

Sunda sangat toleran

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membangun toleransi. Di antaranya Satgas Toleransi Agama/Keyakinan, surat edaran Jaminan Beribadah dan Berkeyakinan, serta menambah fasilitas ruang ibadah sesuai keyakinan/kepercayaan masing-masing.
Kebijakan tersebut salah satunya diturunkan karena dalam sejarah dan keberadabannya orang Sunda merupakan suku bangsa yang sangat toleran.

"Sebagai orang yang tinggal di daerah pegunungan dan dataran masyarakat Sunda itu terinspirasi prinsip-prinsip air. Yakni, berwatak dingin, jernih, mengalir mengikuti kelok dan lekuk yang ujungnya melahirkan karakter masyarakat Sunda yang lembut, terbuka dan menyejukkan," tuturnya.
Begitu juga dalam sejarah peradabannya. Menurut Dedi, masyarakat Sunda tidak memiliki sifat merebut, mendominasi, dan menguasai, sehingga tidak ada catatan buruk sejarah yang bersifat imperium dalam karakter kepemimpinan dan kemasyarakatan.

Sifat terbuka masyarakat Sunda ini melahirkan sistem kehidupan berbasiskan silih asah, silih asih, silih asuh; saling mencerdaskan, saling mengasihi, dan saling mengayomi. Sifat tersebut melahirkan perilaku sosial nulung kanu butuh, nalang kanu susah, nganteur kanu sieun, nyaangan kanu poékeun, yang artinya menolong pada yang memerlukan, memberi pada yang kesusahan, memberi cahaya kepada yang mengalami kegelapan.
Sistem yang terbuka ini pun memberikan ruang yang luas pada kaum migran untuk hidup secara damai di tanah Sunda. Itu terlihat dari berdirinya berbagai tempat ibadah yang ada di tanah Sunda yang identik dengan Jawa Barat.

Namun, sifat diam dan cenderung menghindari kegaduhan orang Sunda dengan prinsip caina hérang, laukna beunang atau airnya jernih, ikannya dapat telah melahirkan sebuah kultur masyarakat yang terdominasi iklim perubahan.
Kegaduhan "intoleransi" pun muncul. Ini bisa karena pengaruh karakter migran atau masyarakar urban. Atau, bisa juga karena saking tolerannya masyarakat Sunda.
Saat ini, Jabar dikritik karena intoleran dan sudah risiko sebagai orang Jabar, Dedi harus menerima kritik tersebut.
"Masalah toleransi berkaitan juga dengan psikologi kepala daerah. Ada yang berjalan dengan ideologi Pancasila, ada pula yang menjaga popularitas sehingga memberi stigma negatif," ucapnya.
Menurut Dedi, kedua prinsip itu harus segera diterobos. Cara menumbuhkan toleransi lainnya adalah sikap tegas TNI/Polri terhadap kelompok intoleran.
Pertahanan TNI/Polri yang kendur membuat isu-isu sara tumbuh. Sedangkan masyarakat tidak memiliki cengkaraman kuat terhadap kelompok intoleran yang memiliki agresivitas tinggi.

"Mestinya dihadapi aparat. TNI/Polri merupakan institusi ideologis yang tidak terkena politis, harusnya bisa," tutupnya.
RENI SUSANTI/KONTRIBUTOR PURWAKARTA

Keluarga Muslim Cenderung Masukkan Anak di Sekolah Katolik




Kamis 01 Dec 2016, 17:10 WIB

 https://news.detik.com/bbc-world/d-3360106/survei-di-inggris-keluarga-muslim-cenderung-masukkan-anak-di-sekolah-katolik

Survei di Inggris: Keluarga Muslim Cenderung Masukkan Anak di Sekolah Katolik

BBC Magazine - detikNews
Survei di Inggris: Keluarga Muslim Cenderung Masukkan Anak di Sekolah Katolik (MAZUR/CATHOLICNEWS.ORG.UK) Perubahan dalam kependudukan membuat ribuan murid Muslim memilih belajar di sekolah-sekolah Katolik.
London - Lebih dari 26.000 bocah Muslim terdaftar di sekolah-sekolah Katolik di Inggris danWales.Untuk pertama kalinya sebuah sensus tahunan di sekolah-sekolah Katolik mengumpulkan informasi mengenai jumlah siswa dari agama-agama lain.
Kelompok terbesar murid-murid non-Katolik berasal dari 'cabang' agama Kristen lainnya, namun hampir sepersepuluhnya berasal dari keluarga-keluarga Muslim.
Pemerintah berencana untuk mendorong lebih banyak lagi sekolah-sekolah Katolik gratis yang dibuka.
Analisis ini menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, hampir sepertiga dari lebih 850.000 murid dalam sistem sekolah Katolik tidak beragama Katolik - dari total hampir 290.000 siswa.
Mengubah populasi
Hal ini dapat mencerminkan perubahan demografi setempat dan migrasi - banyak sekolah Katolik melayani daerah yang mengalami penurunan jumlah keluarga-keluarga beragama Katolik.
Murid-murid Muslim merupakan kelompok non-Kristen terbesar, selain 63.000 siswa yang berasal dari keluarga-keluarga yang tidak beragama.
Murid Muslim di sekolah Katolik
(iStock) Para siswa Muslim di sekolah-sekolah Katolik bisa saja tidak menghadiri acara-acara keagamaan, namun mereka ingin turut serta, tutur seorang kepala sekolah.Finnuala Nelis, pimpinan St Patrick Catholic Voluntary Academy di Sheffield, mengepalai sebuah sekolah yang setengah dari murid-muridnya bukan penganut Katolik.
Ia mengatakan telah terjadi perubahan pada populasi setempat - dan dewasa ini para orang tua terkenal lebih memilih sekolah Katolik, meskipun mereka bukan Katolik.
Ini termasuk orang-orang beragama Kristen dari sejumlah gereja Afrika dan juga siswa-siswi Muslim.
Ia mengatakan ada siswa-siswa Muslim yang beribadah di masjid-masjid setempat secara teratur, yang menghadiri layanan keagamaan Katolik di sekolah.
Berbicara dengan para orang tua
Para orang tua dari siswa-siswa Muslim berhak untuk menarik anak-anak mereka agar tidak mengikuti perayaan keagamaan di sekolah, kata Nelis, tetapi mereka justru ingin anak-anak mereka ikut berpartisipasi.
"Ini bukan sebuah zona yang tidak nyaman" untuk berbicara tentang hal ini dengan para siswa atau orang tua, katanya.
Para siswa Muslim
(BBC) Sekolah-sekolah Muslim tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan jumlah pemeluk agamanya.Para orang tua Muslim juga bisa meminta agar anak-anak mereka libur dari sekolah pada hari-hari raya Muslim, seperti Idul Fitri.
Ia mengatakan bahwa para orang tua non-Katolik memilih sekolah karena etos dan 'sistem nilai.' serta reputasi sekolah Katolik untuk 'standar pendidikan yang baik.'
Pemerintah ingin mengubah aturan bagi sekolah gratis untuk mendorong lebih banyak lagi sekolah-sekolah Katolik yang dibuka.
Pemerintah menganggap sekolah-sekolah Katolik menggabungkan keragaman etnis dengan standar yang tinggi. Di sekolah dasar Katolik, 37% siswa berasal dari etnis minoritas, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Tapi, muncul kritik bahwa memperluas sekolah agama akan mendorong segregasi sosial.
Daya tarik dari sekolah-sekolah Katolik untuk para keluarga Muslim mungkin juga mencerminkan fakta bahwa sekolah-sekolah Muslim sangat sedikit jumlahnya.
Di antara lebih dari 6.800 sekolah agama dalam sistem sekolah negeri, hanya ada 28 sekolah Muslim.
Paul Barber, Direktur Dinas Pendidikan Katolik, mengatakan sekolah-sekolah Katolik merupakan "lentera keragaman dan integrasi atas turun naiknya negara."

(nwk/nwk)

Jumat, 23 Oktober 2015

Harmonis Meski Keyakinan Berbeda

Saudara kembar ini Tetap Harmonis Meski Keyakinan Berbeda
 http://forum.detik.com/saudara-kembar-ini-tetap-harmonis-meski-keyakinan-berbeda-t1238683.html
 


Kedua wanita kembar ini tumbuh dan memilih cara yang berbeda dalam hal keyakinan. Satu memilih Islam sebagai jalan hidupnya dan satunya mengabdikan diri sebagai seorang biarawati Katolik di Konggregasi PBHK dan sekarang berkarya di Marauke, Papua...
Kedua wanita kembar ini tumbuh dan memilih cara yang berbeda dalam hal keyakinan. Satu memilih Islam sebagai jalan hidupnya dan satunya mengabdikan diri sebagai seorang biarawati Katolik di Konggregasi PBHK dan sekarang berkarya di Marauke, Papua.

Meski keduanya memilih jalan berbeda dalam hal keyakinan. Hal itu tidak mempengaruhi hubungan keduanya. Mereka akur, harmonis dan tetap menyayangi satu sama lain.

Kisah keduanya menjadi banyak pembicaraan setelah akun Facebook Bernadus Yohannes Raldy Doy

membagikannya ke sejumlah media sosial.

Komentarpun bernada positif banyak diberikan terkait kerukunan antara saudara kembar yang berbeda keyakinan.

Seperti yang diungkapkan akun Facebook Hermain Hidayat " Subhanallah..Semoga ini contoh nyata persaudaraan antar umat beragama yg harmonis di NKRI..Aamiin.."tulisnya.

Hal senanda diungkapkan akun Jan Weslyn Purba Tambak . ia mengatakan bahwa kisah saudara kembara itu adalah contoh indahnya perbedaan "Luar biasa ..... ternyata perbedaan keyakinan itu indah dan mempersatukan sesama, menjadi teladan buat kita semua, Amiiin"ungkapnya.

sumber: tribunnews.com

Sabtu, 10 Oktober 2015

Masjid dan Gereja Berdiri di Halaman yang Sama

Berdiri di Halaman yang Sama, Masjid dan Gereja Ini Jadi Simbol Toleransi

 http://regional.kompas.com/read/2015/10/11/11130631/Berdiri.di.Halaman.yang.Sama.Masjid.dan.Gereja.Ini.Jadi.Simbol.Toleransi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

 

MINAHASA TENGGARA, KOMPAS.com - Tingkat toleransi kehidupan beragama di Kampung Buyat Pante, Dusun 5, Desa Ratatotok Timur, Kecamatan Ratatok, Minahasa Tenggara ini sungguh terjaga. Hal ini tercermin dari bangunan masjid dan gereja yang didirikan di satu halaman tanpa pagar pembatas bahkan nyaris berimpitan.


Kubah Masjid An-Namira yang berhadapan dengan menara Gereja GMIM Jemaat Lakban seakan menyampaikan pesan bahwa kerukunan antar kedua pemeluk agama yang dianut sebagian besar warga di kampung itu menjadi pemersatu.

Warga di sana sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. "Bukan hanya tersimbolisasi dari kedua bangunan itu, tetapi selama ini saya tak pernah mendapati adanya gesekan horizontal atau hal lain di kedua pemeluk agama," ujar Pudin, warga Ratatotok, Minggu (11/10/2015).

Mendirikan dua bangunan ibadah yang digunakan secara rutin dalam satu halaman tentu bukan perkara mudah.

Butuh toleransi yang tinggi dari kedua umatnya terutama toleransi saat waktu ibadah bertabrakan.

Namun menurut Pudin, warga Kampung Buyat sebagaimana warga Sulawesi Utara pada umumnya, sangat menghargai sikap toleransi.

"Jelas ini menjadi kekuatan bagi kami semua di sini tetap menjaga tali persaudaran walau berbeda keyakinan. Harmonisasi itu juga terlihat pada saat ada perayaan hari raya. Misalnya saat Idul Adha, umat muslim yang menyembelih hewan kurban ikut membagikannya ke seluruh masyarakat tanpa memandang agama dan dari suku manapun," kata Pudin.

Kedua bangunan tersebut dibangun sejak tahun 2004 dengan dana partisipasi masyarakat setempat dan dibantu oleh PT Newmont Minahasa Raya yang dulunya mengoperasikan perusahaan tambang emas di sana.

Kini kedua bangunan yang berdiri di dekat lokasi wisata Pantai Lakban itu juga sering dijadikan tempat berfoto para wisatawan yang datang.

Mereka mengaku salut dengan toleransi yang disimbolkan dari kedua bangunan. Harapannya ke depan kedua tempat ibadah tersebut bisa menjadi ikon toleransi di Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya.

Harapan kami di lokasi itu bisa pula dibangun berbagai fasilitas pendukung," kata Imam Masjid An-Namira, Ustaz Dahri Pakaya. 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Desy Afrianti

 

Senin, 16 Februari 2015

Pengadilan Spanyol Dakwa 9 Pastur


Pengadilan Spanyol Dakwa 9 Pastur Terkait Pelecehan Seksual Anak

Ayunda W Savitri - detikNews
Madrid - Pengadilan di Kota Granada, Spanyol, menjatuhkan hukuman terhadap 9 dari 10 pastur dan dua staf gereja atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Tuduhan terhadap tindak kejahatan yang dilakukannya pun tak main-main.

Dilansir dari BBC, Selasa (17/2/2015), bentuk pelecehan yang dilakukan para pelaku antara lain dalam bentuk penetrasi dan eksibisionisme. Selama proses berlangsung, Paus Fransiskus disebut-sebut ikut campur alias mengintervensi kasus ini seperti mendesak penyelidikan.

Misalnya saja, pada November 2014 lalu Paus Fransiskus diketahui telah menghubungi korban yang kini berusia 24 tahun untuk meminta maaf atas nama Gereja Katolik Roma atas tindakan yang dilakukan oleh para pastur terhadap korban. Tindakan itu dilakukan Paus setelah korban menulis surat tentang pelecehan seksual yang dialaminya antara tahun 2004 dan tahun 2007.

Menyusul kontak yang dilakukan Paus terhadap korban, Uskup Agung Granada, Francisco Javier Martinez, bersama para uskup lainnya pun langsung bersujud di depan altar Katedral Granada. Tujuannya meminta pengampunan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi dalam lingkungan Gereja.

Sebab banyak di antara korban pelecehan akan memendam amarah dan menilai hal itu bisa terjadi karena Vatikan gagal menghukum para pejabat senior yang berupaya menutupi skandal seks semacam itu. Menanggapi kasus semacam ini, Paus Fransiskus sendiri telah berjanji tidak akan mentolerir pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Sebagai catatan, pada Juli 2014 lalu, Paus kelahiran Argentina itu juga memohon pengampunan dari korban pelecehan seksual yang dilakukan para uskup. Paus bahkan mengecam keras gereja yang berani menutup-nutupi 'kejahatan berat' yang dilakukan pemuka agama tersebut.

Senin, 26 Januari 2015

Uskup Wanita Inggris Pertama Ditahbiskan


Selasa, 27/01/2015 11:01 WIB

Uskup Wanita Inggris Pertama Ditahbiskan

BBC World - detikNews
sumber;
http://news.detik.com/read/2015/01/27/001710/2814912/934/uskup-wanita-inggris-pertama-ditahbiskan?881101934

Gereja Inggris mentahbiskan uskup wanita pertama dalam sebuah upacara di Katedral York Minster, Senin (26/01).

Pendeta Libby Lane, 48 tahun, ditahbiskan sebagai Uskup Stockport baru di depan lebih 1.000 orang.

Gereja secara resmi mengadopsi undang-undang bulan November lalu yang mengizinkan uskup wanita, yang berarti mengakhiri tradisi berabad-abad seluruh uskup gereja berjenis kelamin pria.

Langkah ini memecah belah sejumlah penganut Gereja Anglikan.

Upacara pentahbisan sempat terhenti sebentar karena ada penentangan terhadap perubahan ini.

Pendeta Paul Williamson maju ke depan dan berteriak "tidak ada di Injil" ketika Uskup Agung York menanyakan gereja apakah Libby Lane harus ditahbiskan sebagai uskup.

Saat kedua kalinya Dr John Sentamu menanyakan kongregasi, tidak ada suara menolak dan pentahbsian atau proses pensucian dilaksanakan.

Juru bicara Gereja Anglikan menggambarkan Williamson, pendeta gereja Hanworth, Middlesex, Inggris tenggara sebagai "tukang protes".

"Dia berhak memprotes tetapi betapa beda suara satu orang yang protes dengan lautan suara yang mendukung."

Upacara selama dua jam dipimpin Dr Sentamu, dimana dirinya dan uskup lainnya menaruh tangan mereka pada Libby Lane dan berdoa.

Selasa, 30 Desember 2014

Misteri Kehidupan n Kematian


Misteri kematian

1. Kecelakaan Pesawat Air Asia: 155 org  meninggal;  1 keluarga, 7 oang meninggal. Bagaimana perasaan orang yang hidup?;  sekitar 3 org dari Manggarai - Ruteng n Reo - china - ikut dalam pesawat itu.
2. Longsor banjar negara: mampir 100 org meninggal







Sumber:  http://news.detik.com/read/2014/12/30/210832/2790565/10/sang-ibu-dan-6-saudaranya-termasuk-penumpang-qz8501-nino-ikhlas
Jakarta - Pencarian pesawat AirAsia yang sempat hilang kontak pada Minggu (28/12) pagi, telah menemukan titik terang. Tim penyelamat menemukan serpihan dan jenazah yang diduga terkait tragedi AirAsia di perairan Selat Karimata.

Nino (61), pria asal Jakarta Utara yang tujuh anggota keluarganya merupakan penumpang AirAsia QZ8501, ikhlas menerima apapun yang terjadi. Jika ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, ia berharap jenazah keluarganya ditemukan dalam keadaan lengkap.

"Mau tidak mau fakta ini kita terima, cuma saya masih berharap, jenazahnya ditemukan lengkap 7 orang itu. Kita semua siap-siap menghadapi apa yang terjadi hari ini," kata Nino di depan ruang Posko Crisis Center, di Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (30/12/2014) malam.

Keluarga Nino yang menjadi penumpang AirAsia QZ8501 salah satunya Jo-Indri (82) yang merupakan ibunda Nino. Sementara 6 lainnya yaitu adik Nino bernama Meji, suami Meji, dan 4 anggota keluarga lainnya.

Nino saat ini tinggal di kawasan Ancol, Jakarta Utara yang langsung terbang ke Surabaya saat mendengar AirAsia yang dinaiki kerabatnya hilang. Keluarga Nino memang semuanya tinggal di Surabaya.

"Kami minta AirAsia harus membantu bertanggung jawab untuk persoalan ini sampai tuntas. Kami belum memikirkan soal asuransi, itu diserahkan kepada AirAsia. Kita fokus pada pencarian jenazah dulu," tutur Nino.

"Saya menunggu saja di Juanda, di Posko ini, sambil terus berdoa. Apapun yang terjadi kita hadapi," lanjut Nino yang terlihat berusaha untuk tegar.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV


Tragedi QZ8501, Kembali Pariwisata Malaysia Terpukul

Rabu, 31 Desember 2014 | 11:34 WIB 
Sumber:  http://travel.kompas.com/read/2014/12/31/113400427/Tragedi.QZ8501.Kembali.Pariwisata.Malaysia.Terpukul?utm_campaign=related_left&utm_medium=bp&utm_source=news


 Sebelumnya, maskapai nasional Malaysia, Malaysia Airlines mengalami dua kecelakaan di tahun 2014 dengan selang hanya beberapa bulan. Pada 8 Maret 2014, pesawat MH370 hilang saat melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Pesawat tersebut membawa 239 penumpang dan kru. Hingga kini, pesawat tersebut masih hilang.

Sementara tragedi kedua di 17 Juli 2014, pesawat MH17 jatuh setelah ditembak rudal saat melintas negara Ukraina. Sebanyak 298 orang di dalam pesawat meninggal dalam tragedi tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



AirAsia Ditemukan

Rahmat, Saksi Kunci Pencarian Pesawat yang Mendengar Dentuman QZ8501

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rahmat (foto: Bagus Prihantoro)

Sumber: http://news.detik.com/read/2014/12/31/160339/2791230/10/rahmat-saksi-kunci-pencarian-pesawat-yang-mendengar-dentuman-qz8501?n991101605
Pangkalan Bun - Pagi itu hari Minggu, 28 Desember 2014 ketika cuaca Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah sedang diselimuti awan tebal. Rahmat (44) yang sudah bertahun-tahun menjadi nelayan pun menepikan kapalnya di Pulau Senggora, sebelah selatan Pangkalan Bun.

Awan kelabu tebal bersambung saat itu diiringi oleh hujan tiada henti sejak pagi setelah subuh. Tapi bagi Rahmat, itu bukan halangan untuk tetap melaut.

"Waktu itu sekitar pukul 07.00 WIB saya dengar dentuman keras. Tidak lama dari itu langsung ada kabut, kabut yang biasanya cuma ada di musim teduh (kemarau)," tutur Rahmat mengawali cerita di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014).

Sontak dia pun kaget. Simpulan pertama yang dia lontarkan adalah, "Ada pesawat jatuh ya?" kata dia.

Tapi dua kawan dia sesama nelayan tak percaya akan simpulan itu. Mereka tak berpikir sejauh itu dan memilih menunggu hujan reda, ombak turun, dan kembali melaut.

"Padahal sebelum suara dentuman, kawan-kawan saya lihat ada pesawat dari atas Pulau Senggaro ke arah laut. Katanya agak menurun, tapi habis itu hilang," ujar bapak tiga anak itu.

Hujan tak kunjung reda, hanya berkurang, dan Rahmat pun kembali mencari ikan. Tapi ombak setinggi dua meter kala itu tak menghantarkan ikan untuk Rahmat.Tak ada tangkapan hari itu.

"Besok harinya (Senin) saya pulang. Pas lihat berita ada pesawat hilang, saya langsung ke rumah Pak Lurah dan langsung lapor," kata warga Desa Kubu tersebut.

Rahmat adalah saksi kunci upaya pencarian pesawat berpenumpang 155 tersebut. Lewat petunjuknya, tim Basarnas dan gabungan kemudian menyisir area di sektor V, hingga akhirnya ditemukanlah serpihan dan jenazah.



News / Nasional

Chiara Sempat Tunggu Keluarga di Bandara Changi Seorang Diri

Kamis, 1 Januari 2015 | 16:25 WIB
SURYA/Ahmad Zaimul Haq Kerabat membawa foto keluarga Hermanto Tanus di Crisis Center Bandara Juanda, Senin (29/12/2014). Tampak di foto Chiara (kaos kuning) bersama saudara dan kedua orangtuanya.
SURABAYA, KOMPAS.com - Chiara Natasya Tanus (15) tidak menyangka keluarganya akan menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501, Minggu (28/12/2014) lalu. Padahal dia sempat menunggu kedatangan keluarganya di Bandara Changi, Singapura pada hari itu.
Sekarang Chiara menjadi yatim piatu. Kedua orang tuanya, Hermanto Tanus (40), Liangsih Indahju (38) ikut menjadi korban pesawat tujuan Singapura tersebut. Begitu pula dua saudaranya, Geovani Nico (17), dan Geovani Justin (9).
Kakak Hermanto Tanus, Linda Patricia Tanus menyebutkan tujuan Hermanto dan keluarganya ke Singapura untuk menjenguk Chiara dan menikmati liburan Natal. Rencananya keluarga ini akan kembali ke Indonesia pada Jumat (2/1/2015) nanti.
Chiara sendiri sekolah di Methodist Girls School (MGS). Sebelum berangkat ke Singapura, Hermanto sudah menghubungi Chiara.
“Chiara menunggu di Bandara Changi sejak Minggu pagi,” kata Linda kepada Surya Online, Senin (31/12/2014).
Selama berada di Bandara Changi, Chiara tidak mendapat informasi apapun. Chiara tetap berada di bandara setelah jadwal landing pesawat AirAsia QZ8501 berlalu.

Dia tidak mendengar informasi apapun, termasuk pesawat AirAsia yang putus komunikasi di atas perairan Pangkalan Bun. Setelah beberapa lama menunggu, Chiara kembali ke asramanya.
Chiara tetap tidak mengetahui bila keluarganya gagal sampai Singapura. Dia baru mengetahui setelah diberitahu keluarga lain bahwa orang tuanya tidak bisa ke Singapura.

“Kami tidak memberitahu soal insiden pesawat itu. Dia mengetahui sendiri dari internet dan televisi,” ucap Linda.
Linda menyebutkan, setelah pesawat AirAsia putus komunikasi, keluarga mendekati Presiden Direktur AirAsia, Sunu Widiatmoko. Keluarga mengungkapkan bahwa ada satu anak Hermanto yang masih berada di Singapura.
“Saya katakan, bila AirAsia peduli pada keluarga korban, tolong bawa Chiara pulang. Akhirnya Chiara bisa pulang,” ujar Linda. (Zainuddin/SURYA)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Bayu Galih
Sumber: Surya Online